Mengenal Tanaman Padi (Oriza sativa L.)

natinedJs ⓚ 2020 Padi (Oriza sativa L.) merupakan tanaman penghasil beras. Beras tersebut berada didalam bulir padi dimana bila kulit padi tersebut dikelupas akan menghasilkan beras. Bahan makanan pokok di Indonesia dimana kebutuhan beras 111,58 Kg per kapita per tahun atau setara dengan 1 kwintal beras per kepala dalam satu tahun (Sumber : Kementan, 2020). Sebagai kebutuhan pokok kita perlu mengenal lebih baik tentang padi.



Menurut sejarah pertanian di zaman prasejarah pertama kali berawal di daerah bulan sabit subur di daerah Mesopotamia pada sekitar 800 SM. Tanaman pertama sebagai sumber makanan adalah jenis gandum, buncis, dan kacang arab. Beberapa tahun dari waktu tersebut Cina telah menanam jenis padi (Oryza sativa L.) karena topografi dan iklim cocok untuk pertumbuhan padi.

Berdasarkan perkiraan tanaman jenis padi didomestikasi di lembah sungai Yangtze di Cina sekitar 8.000-9.000 tahun lalu dan domestikasi padi di kawasan India daerah Gangga sekitar 4.000 tahun lalu (Pikiran Rakyat, 2011). Dapat dikatakan bahwa padi awalnya ditanam di Tiongkok (belum ada kepastian tahun tanam pertama kali).

Migrasi padi kemudian menyebar ke India (di lembah sungai-sungai besar) kemudian sampai ke Indonesia dibawa oleh nenek moyang kita. Padi yang kita kenal sekarang ini merupakan turunan dari kerabat dekat Oryza, yaitu Oryza sativa dan Oryza glaberina (Fagi et al, 2002). Atas kepiawaian dan kepekaan intuisinya, bangsa kita lebih memilih mengembangkan padi dari genus Indica dari pada Japonica.

Genus Indica dinilai lebih cocok serta disenangi masyarakat, sehingga terus ditumbuh kembangkan dengan baik. Genus Japonica lebih banyak dikembangkan di daerah sub tropika. Tanaman padi di Indonesia awalnya hanya ditanam di lahan kering saja, dengan sistem peladangan berpindah. Sistem peladangan ini sampai sekarang secara sporadis masih ada di beberapa wilayah.

Klasifikasi

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Commelinidae
Ordo: Poales
Famili: Poaceae/Gramineae (suku rumput-rumputan)
Genus: Oryza
Spesies :Oryza sativa L

Morfolofi Tanaman Padi

Padi merupakan tanaman semusim atau setahun. Rata-rata panen 3 bulan salah satu contohnya varietas model genjah M70D dapat panen dengan masa tanam 70-75 hari (Sumber : Republika, 2019). Batang padi berbentuk bulat dengan daun panjang yang berdiri pada ruas-ruas dan terdapat satu malai pada ujung batang. Bagian vegetatif padi adalah akar, batang, dan daun sedangkan bagian generatif berupa malai dari bulir-bulir padi.

Akar :
  1. Fungsi  untuk menyerap air dan zat makanan dari tanah untuk pertumbuhan tanaman
  2. Akar Serabut
  3. Akar kecambah adalah radikula (akar primer) saat benih berkecambah. Benih berkecambah akan muncul calon akar dan batang
  4. Akar dewasa berwarna cokelat sedangkan akar muda putih
  5. Apabila akar primer terganggu maka akar seminal akan tumbuh cepat. Akar seminal akan digantikan oleh akar sekunder (akar adventif) yang tumbuh dari bagian bawah.

Batang :
  1. Graminae yang memiliki batang dengan susunan beruas-ruas
  2. Batang berbentuk bulat berongga dan beruas. Antara ruas batang padi dipisahkan oleh buku. 
  3. Ruas pada tanaman padi bubung kosong. Kedua ujung bubung kosong tersebut ditutup oleh buku.
  4. Panjang ruasnya tidak sama. Ruas pangkal batang ruas terpendek daripada ruas kedua dan ketiga.

Daun :
  1. Ciri khas daun padi adalah sisik dan telinga daun.
  2. Helaian daun terletak pada batang padi. Bentuknya memanjang seperti pipa. Panjang dan lebar helaian daun bergantung dari jenis varietas yang digunakan.
  3. Pelepah daun (Upih) atau bagian daun yang menyelubungi batang fungsinya membantu ruas yang jaringannya lunak.
  4. Lidah daun terletak pada perbatasan helai daun dan upih. Panjangnya berbeda-beda tergantung varietas dan lidah daun duduknya melekat pada batang. Fungsinya untuk mencegah air hujan masuk diantara batang dan pelepah daun dan mencegah infeksi penyakit sebab media air memudahkan penyebaran penyakit.

Bunga :
  1. Malai adalah sekumpulan bunga padi (spileket) yang keluar dari buku paling atas. Bulir padi terletak pada cabang pertama dan cabang kedua.
  2. Panjang malai tergantung jenis varietas yang ditanam. Tiga tipe panjang malai diantaranya; malai pendek (kurang dari 20 cm), malai sedang (20 - 30 cm), malai panjang (lebih dari 30 cm).
  3. Bunga padi adalah bunga telanjang artinya mempunyai perhiasan bunga. Berkelamin 2 jenis, jumlah benang sari ada 6 buah, tangkai sarinya pendek dan tipis, kepala sari dengan 2 kantung serbuk, putik terdiri dari 2 tangkai dengan 2 buah kepala putik berbentuk malai umumnya berwarna putih atau ungu.
Bagian-bagian pada bunga padi :
  • Kepala sari, tangkai sari, palea (belahan yang besar), lemma (belahan yang kecil), kepala putik dan tangkai bunga.

Tidak disarankan untuk melalukan penyemprotan tanaman pada saat bunga telah tumbuh dikarenakan dapat menyebabkan bunga tersebut rontok dan mati.

Buah :
  1. Buah padi tertutup oleh lemma dan palea. Terjadi setelah penyerbukan dan pembuahan. Lemma dan palea akan membentuk kulit gabah atau sekam.
  2. Palea dan lemma semula bersatu pada saat padi dewasa kedua belahan tersebut akan membuka dengan sendirinya. Proses tersebut terjadi saat siang jam 10 - 12.00 dengan suhu 30 - 32⁰C. 
  3. Dalam 2 mahkota palea dan lemma tersebut terdapat bagian dari bunga padi yang terdiri dari bakal buah (karyiopsis).
  4. Kedua belahan mahkota tersebut menjadi pembungkus beras (kulit gabah). 

Perkembangan Padi di Indonesia

Produksi pertanian merupakan industri hulu dimana pertanian sebagai sumber bahan baku yang dapat diolah untuk menjadi makanan di hilir. Luas lahan baku sawah di Indonesia termasuk terbesar dengan angka 7,46 juta Ha dengan luas lahan padi 10,68 juta Ha dan target panen 54,60 juta ton tahun 2019 (Sumber : Warta Ekonomi, 2020). Dengan kondisi tersebut padi menjadi fokus tanaman pangan dengan konsentrasi paling tinggi mewakili produksi pertanian lainnya. Data tersebut dapat menjadi acuan potensi padi untuk pertanian Indonesia.

Banyak terjadi konversi lahan yang dapat menyebabkan perubahan fungsi lahan. Dengan terjadinya konversi lahan tersebut artinya lahan padi akan berkurang dan analoginya dapat mengurangi produksi padi? . Lahan bukan hal mendasar penurunan produksi pertanian, peningkatan produksi lebih tepatnya terjadi karena produktivitas petani dan juga varietas dikembangkan. Sehingga hal terpenting untuk membuat peningkatan produksi pertanian padi tersebut adalah memaksimalkan fokus produksi pertanian padi secara berkesinambungan (diluar operasional penyimpanan atau gudang) dan memberikan insentif bagi produksi pertanian padi serta mengacu pada target nasional.


Baca juga : Hama dan Penyakit Tanaman padi.

1 Comments

  1. Jual sekam tdk gan? Butuh buat campuran tanah. Kalau ada info ya.

    ReplyDelete
Previous Post Next Post