Iwan Anak Belang | Cerpen

Lora harus pindah hari sabtu minggu ini. Papa Lora telah mendapatkan tempat baru atas kenaikan pangkat yang diperoleh dari perusahaan untuk memimpin cabang di Serang. Dikamar Lora semakin bingung tidak ada papa atau mama yang datang malam itu kekamar padahal masih terbuka lebar karena tiap malam kamarnya ditutup setelah papa atau mama bercerita sebelum tidur. Padahal, papa dan mama masih ada diruang tamu. Lora saat itu telah siap untuk tidur, tapi kemudian dia beranjak bangun lagi untuk melihat keadaan ruang tamu.


“Ya, mungkin besok barang-barang yang belum bisa dibawa kita titipkan saja ke tetangga, gimana?” tanya papa sedang asyik makan apel malang yang dibawa kakek.


Lora kemudian muncul dengan wajah manja menampakkan dia telah tertidur pulas. Papa dan mama langsung menoleh kearahnya merasa bingung. “Lora kamu kok belum tidur, sini sayang?”. Lora beranjak dari tempatnya berdiri disamping tangga kearah papa kemudian mengambil pelukan papa.


“Pa, besok aku kehilangan teman akukan?” tanya Lora gelisah.


“Nggak,gitu ra kamu pasti dapat teman lagi disana.”sahut ibu sambil menuang susu ke gelas milik Lora.


“Iya, tapi apa lebih baik dari sekarang?” gerutu Lora begitu yakin.


Bingung mau bilang apa, sambil tersenyum mama memalinggkan muka dua kali kearah papa agar membawa Lora kekamar. Dikamar Lora meminum susu yang diseduh mama, setelah itu telah 20 menit papa dan mamanya berdiam dikamar dia langsung tertidur.


Pagi sekali Lora sudah bangun. Melihat keluar kamarnya ternyata papa dan mama sedang menunggu diluar disamping mobil yang sudah hidup. Lora takut kemudian beranjak lari lagi kekamarnya. “Lora juga belum bangun pa, gimana saya bangunin aja?”. Ya, udah kalau memang dia masih tidur angkat aja ma mungkin dia terlambat bangun karena tidur terlalu larut. Lalu mamanya meninggalkan papa yang sedang melihat kondisi mobil.


Tokkk…tokk…tok! Ra kamu masih tidur?” tanya mama diluar kamar Lora. Dikamar Lora tidak menjawab sedikitpun padahal tadi diakan sudah bangun, ya!. Lihat gimana reaksi Ibu.


Mama masuk kekamar Lora memandang mukanya yang masih terlihat pulas tidur. Mungkin putriku ini tidak harus melihat teman-temannya waktu berangkat nanti bisik mama pelan. Lalu Lora diangkat dari tampat tidur. Ketika mobil sudah siap berangkat tiba-tiba saja Lora bangun tidak mau masuk kedalam mobil mendorong-dorong mama yang sedang berusaha membaringkannya. Kemudian papa mengancam “Lora kamu tidak mau ikut papa dengan mama kamu ditinggalin dirumah ini sendirian!”. Setelah itu Lora hanya diam.


Lora masih merasa tidak nyaman terakhir kali melihat Susan, Dewi dan ria bermain lompat karet. Hanya boneka beruang dari bibinya yang melekat dipelukannya hari selasa malam diberikan sekalian karena bibi tidak bisa mengantar. Selepas beberapa persimpangan Lora hanya diam saja.


Tampakya hari sudah mulai malam temen-temen kita lihat mereka sudah sampai dirumah baru Lora. Kita lihat Lora sekarang ternyata masih tidur hanya terbangun sewaktu memasuki tempat pengisian bensin. malam ini dia menjadi malam pertamanya tidur dirumah baru.


Pagi itu ketika matahari sudah mulai muncul Lora bangun lebih awal  


Baca juga : natinedJs/Kumpulan-Cerpen     

Post a Comment

Previous Post Next Post