8 Langkah Membentuk Bank Sampah dan Cara Membuat Sampah Jadi Pakan Ikan

natinedJs ⓚ 2017 Bank sampah menjadi organisasi yang berkonsentrasi terhadap sampah. Penanganan yang begitu hebat dalam mengelola sampah agat tidak menumpuk timbunannya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Perlu dilakukan langkah-langkah dalam membentuk bank sampah diantaranya seperti dibawah ini :



  1. Membentuk pengurus
    Organisasi ini bertujuan untuk pengelolaan sampah. Terlibatnya banyak pihak atau orang merupakan esensi dari pembentuk organisasi ini. Individu pada perkumpulan ini pada umumnya yang perduli dengan lingkungan hidup. Merupakan penduduk yang sudah lama menetap sehingga pada penyusunan anggota pengurus dapat memberikan usulan-usulan. Susunan organisasi umum yang biasa digunakan dalam bank sampah Ketua, Sekretaris, Bendahara, Koordinator dan anggota.

    Baca juga : Struktur Organisasi Perbankan Mikro
  2. Membentuk penamaan bank sampah
    Nama merupakan suatu hal yang penting dalam sebuah organisasi. Diperlukan kepeutusan bersama dalam pembuatan nama ini agar identitas tersebut dapat digunakan secara berkesinambungan bersama-sama. Disarankan dalam penamaan bank sampah diperlukan nama-nama yang sesuai dengan tema lingkungan hidup sehingga mudah dikenal dan diingat oleh masyarakat. Banyak pilihan nama dalam organisasi ini, pada intinya organisasi ini juga merupakan organisasi profit yang wajib menguntungkan semua anggotanya sehingga target-target perencanaan organisasi perlu untuk dilakukan.

    Menggunakan kaidah targeting perusahaan profit pada umumnya. Penentuan target bukan merupakan suatu yang harus benar-benar terjadi, pada intinya agar anggota dapat jeli melihat penumpukan sampah baik terjadwal maupun tidak terjadwa. Misalnya, dalam sesia acara pernikahan dan lain sebagainya ada sampah-sampah makan yang ada di tangan kita sendiri agar kita kelola. Untuk yang tidak terjadwal sampah pinggir jalan pada saat melintas.
  3. Tempat
    Tempat pelaksanaan kegiatan. Setelah pengurus dibentuk dan juga nama organisasi telah disepakati. Telah ada Anggaran Dasar atau Anggaran Rumah Tangga ditetapkan. Diperlukan tempat. Tempat ini sebagai kantor administratif bank sampah. Tempat melakukan transaksi penimbangan sampah yang masuk serta administrasi keanggotaaan yang baru.

    Bank sampah awalnya lebih baik dibuat di tempat rumah pribadi salah satu pengurus karena belum terdapat omset usaha disini. Bila organisasi ini dapat berjalan produktif dan berkesinambungan organsisasi dapat membangun sebuat shelter perkantoran administrasi dan masuknya barang-barang sampah.
  4. Kerja sama dengan Pengepul rongsok
    Untuk membangun kerja sama dengan pelaku UMKM rongsokan dan pengepul bank sampah harus membangun kerja sama. Bank sampah dengan pengepul setempat, bila bank sampah sudah dapat mengupdate harga-harga rongsok seperti plastik, besi, dan lain sebagainya bank sampah wajib melakukan kerja sama dengan pengepul yang memberikan tawaran harga menarik.

    Dengan gross profit margin (GPM) yang sesuai dapat memberikan keuntungan yang cukup untuk organisasi ini.
  5. Alat operasional
    Peralatan dalam menjalankan bank sampah tidak banyak. Hanya diperlukan timbangan baik timbangan gantung maupun duduk. Karung beras untuk melakukan pensortiran terhadap barang yang masuk. Untuk perkembangan selanjutnya organisasi ini dapat melakukan penyediaan motor, atau motor roda tiga dan mobil bak terbuka untuk pengangkutan sampah bila sudah banyak.

    Karung tersebut diberkan label sesuai dengan jenis sampahnya. Untuk administrasi anggota yang menyetorkan sampah dapat dilakukan berdasarkan nama penyetor dan juga jenis sampah serta berat timbangannya. Dari administrasi tersebut anggota dapat melihat berapa besar tabungannya di bank sampah itu.
  6. Administrasi
    Bank sampah mirip dengan bank konvensional atau perbankan mikro pada umumnya. Pengelolaan sampah memerukan administrasi dan pembukuan. Pembukuan itu berupa debit dan kredit dimana debit adalah setoran sampah kepada organsasi sedangkan kredit adalah untuk pembayaran yang dilakukan organisasi terhadap anggota.

    Pembukuan administratif lainnya berupa buku tabungan, buku induk nasabah (Customer Information File - CIF) liha Istilah Perbankan dan Mikro, buku rekapitulasi penimbangan, buku kas, buku tamu dan lain-lain.
     
  7. Menentukan jadwal kegiatan
    Jadwal kegiatan lebih bermaksud kepada pembangunan motivasi para anggota karena usaha ini hampir mirip dengan tukang sampah sehingga diperlukan pembentukan komitmen dalam membangun roda bisnis organisasi.

    Anggota wajib melakukan sharing knowledge dalam jadwal kegiatan tersebut. Dengan motivasi masing-masing pengelolaan sampah tersebut. Siklus usaha ini disarankan untuk dijalankan setiap hari dengan mengambil waktu-waktu senggang anggota dalam melakukan setoran. Dan pengurus organisasi merupakan individu dengan kegiatan yang hanya dilakukan sampai sore seperti Pegawai kelurahan, Guru dan PNS tidak sampai malam hari seperti pegawai swasta, pegawai bank dll.
  8. Sosialisasi
    Sosialisasi bank sampah kepada masyarakat melalui media fisik maupuk non fisik. Dengan pamflet dan juga brosur-brosur atau lewat non fisik melalui media sosial seperti banksampah.id. Hal tersebut untuk mengundang banyaknya partisipan atau anggota baru yang tertarik dalam menjalankan roda organisasi bank sampah. 
Bank Sampah akan mendapatkan Insentif Usaha dengan Pemberian KUR dari Pemerintah.

Cara Membuat Sampah Jadi Pakan Ikan

Kelompok Tani Bina Tenaga Inti Rakyat (BTIR), Sukmajaya, Depok, Jawa Barat berhasil membuat inovasi dalam pengolahan limbah dengan mesin dan insfrastruktur sederhana. BTIR memproduksi pupuk kompos, pupuk cair, dan pakan ikan dari pemanfaatan limbah sisa makanan, minuman dan lainnya.  

Manfaat

  • Volume sampah bisa ditekan lewat pengolahan yang produktif. 
  • Menjadi peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.
Cara Mengolah Sampah Jadi Pakan Ikan
  1. Mengolah pakan ikan terlebih dahulu sampah makanan dipilah dari bahan anorganik seperti plastik, kertas dan sejenisnya. 
  2. Selanjutnya bahan baku yang telah dipilah dimasukan dalam wadah karung dan diberikan cairan probiotik untuk difermentasi selama satu minggu. 
  3. Selesai difermentasi dan penirisan air serta minyak lewat wadah karung, bahan baku dihancurkan dan dicampur menggunakan mesin penggiling daging. Dari hasil penggilingan tersebut, bahan baku dijemur agar kadar air berkurang dan mudah dihaluskan dengan mesin diskmill atau mesin pembuat tepung serbaguna. 
  4. Tahap berikutnya, bahan berupa pakan yang sudah berbentuk tepungan ini kemudian diaduk lagi menggunakan mesin mixer. Pencampuran disesuaikan dengan perbandingan bahan baku yang mengandung protein, kabrohidrat dan unsur lainnya. Pencetakan bahan baku menggunakan mesin sederhana, baik mesin vertikal atau horizontal akan menghasil pakan tenggelam. Setelah dicetak dan ditempatkan dalam wadah, bahan pakan dijemur. 
  5. Untuk membuat cairan probiotik dari limbah minuman kemasan. Pembuatan probiotik dengan Metode Mikroorganisme Lokal (MOL). MOL ini dibuat dengan memanfaatkan sampah segala jenis buah-buahan, kecap, minuman sari buah, susu, dan yougurt yang sudah kedaluwarsa"semua bahan MOL ini dicampur dan ditampung dalam wadah khusus kemudian difermentasi selama 21 hari agar menjadi probiotik cair.
  6. Sampai sekarang formula ini digunakan dan tak pernah kehabisan karena bahan baku banyak tersedia, 

Tujuan penjemuran untuk mengurangi kadar air. Sehingga pakan mencapai tingkat kekeringan tertentu yakni kadar air berkisar 10%. Selanjutnya pakan didinginkan sekitar satu sampai dua jam dan lakukan penimbangan sesuai kebutuhan dalam karung bersih. Sudah diteliti oleh ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) maupun Kementerian Kelautan dan Perikanan. Di dalam pellet terdapat kandungan protein sekitar 30%. Selain itu, tidak ditemukan unsur merkuri, boraks, formalin atau zat berbahaya lainnya bagi kesehatan.

Pakan ternak buatan Kelompok Tani BTIR ini tanpa tambahan vitamin dan konsentrat sebagai perangsang pertumbuhan. Maklum, semua bahan bakunya organik. Meski  dari bahan baku limbah makanan.


2 Comments

  1. Usaha seperti apa ini? Knapa disebut bank sampah? Menguntungkan tidak

    ReplyDelete
  2. Usaha ini lebih bersifat sosial improvement untuk lingkungan hidup. Dengan membentuk kelompok pengumpul sampah dan disetorkan ke bank sampah yang terbentuk. Bank sampah yang terbentuk akan mengakumulasi semua setoran yang diberikan anggotanya dengan mekanisme sepeti perbankan pada umumya. Terimakasih

    ReplyDelete
Previous Post Next Post