Cara Memulai Usaha dengan Modal Minim

natinedJs ⓚ 2018 Biasanya orang menyebutnya modal (capital). Terlalu ekonomi, yang biasa aja di pasar ikan. Mau buka usaha Om, tapi gk ada ongkos. Seseorang dilapak ikan tidak bisa berangkat ke pasar karena tidak ada ongkos. Kenyataan yang sangat menyesakkan ketika mau mencari uang atau mencari rezeki ongkospun tidak punya. Untuk membangun usaha dengan modal minin harus diperlukan kerja keras tentunya dengan membuat penataan keuangan agar dapat dimaksimalkan pada saat akan mulai merealisasikan usaha tersebut.


Cara Memulai Usaha dengan Modal Minim

Fakta :

Pengusaha dengan modal minim yang mencoba peruntungan di dunia politik contohnya Romi Herton pernah menjadi walikota Palembang. Bagaimana si anak pemulung buah di pasar ini mampu melakukannya. Dengan mengelola keuangan semaksimal mungkin terus mengambil buah-buah yang dibuang di pasar untuk dijual kembali. Kemudian hasilnya disisihkan sedikit demi sedikit untuk membangun usaha yang sudah direncakannyan.

Tidak perduli tidak ada ongkos tetaplah berangkat. Karena, uang tidak pernah berkata kalau dia tidak akan menghampirimu pada saat ongkos tidak ada. Terus bagaimana kemudian? Yah, jawaban paling masuk akal adalah gunakan kakimu. Berangkat dan juallah ikanmu.

Begitulah cara terbaik untuk memulai usaha. Bayangkan seorang sales atau tenaga penjual barang milik orang lain baik itu milik toko atau perusahaan, kenapa dia rela menjual produk itu bahkan pada saat tidak mempunyai uang sekalipun. Si sales akan mencari cara untuk mendapatkan Ongkos dari teman sales lainnya, atau bahkan dengan mudah mencari waktu untuk berbicara dengan sang bos untuk meminjam uang.

Jawabannya mudah, karena dia sudah dibayar setiap tanggal 25, dan sudah ditarget agar surat kerjanya tidak dihanyutkan di laut oleh sang bos kemudian anak istrinya tidak bisa makan lagi.

Lakukan Berjualan

Miriskan kalau surat kerja dihanyutkan dilaut. Tidak mengapa, karena memulai usaha tidak berhubungan dengan pekerjaan. Bosnya adalah waktu dan uang.

Waktu

Jangan pernah untuk berpikir, jika satu pedagang lebih banyak pembeli dari pedagang lain. Karena, bersaing dengan sesama pelapak tidak akan membuat keuntungan malah justru mendatangkan persaingan tidak sehat untuk saling memberikan nilai buruk satu dengan yang lain.

Memulai usaha adalah bersaing dengan waktu. Setiap orang memiliki waktu 24 jam, sehingga harus dipastikan dalam waktu 24 jam itu, produk apa yang sudah terjual dan berapa keuntungan yang didapatkan.

Uang

Kelipatan dari uang adalah untung. Untung terjadi karena beli, beli dan beli lagi. Semakin banyak beli semakin banyak Untung. Tapi, harus diingat inventory atau modal kerja di lapak akan segera habis. Sehingga uang harus diletakkan pada posisinya sebagai barang atau inventory yang harus dijual kembali untuk mendapatkan untung.

Dengan uang belilah inventory, sesuai dengan kriteria produk. 

Kriteria Produk
  1. Produk fast moving
    Produk fast moving harus mau tidak mau, suka tidak suka margin keuntungannya harus kecil karena semakin cepat barang keluar semakin mudah menjadi uang.
  2. Produk middle moving
    Produk middle moving sebagai penyeimbang keuntungan. Keuntungan kelas besar dan keuntungan kelas kecil.
  3. Produk slow moving.
    Kriteria produk terakhir ini lebih tepatnya sebagai interior penghias lapak atau toko. Produk tidak berhubungan dengan produk hidup seperti daging ayam, sapi dll, ikan dan jenis hewan lainnya. Tetapi produk sandang dan papan untuk kebutuhan konsumen baik itu pakaian, tas, buku, lemari atau perabotan rumah tangga.
Mulailah berjualan, karena dari kecilpun setiap orang sudah sering berjualan. Paling sederhananya contoh terbaik anak kecil menjual kelereng. Si pemenang dengan jumlah kelereng terbanyak tanpa harus berpromosi dia akan didatangi temannya yang membutuhkan kelereng untuk bermain.

Karena,sifatnya sudah kepepet dan penasaran akhirnya si pembeli atau anak yang tidak mempunyai kelereng itu menjual dengan harga yang ditetapkan oleh anak yang memonopoli kelereng.

"Satu biji Rp 500 ya?" Kata si pemilik kelereng. 

Dalam hati kecil anak yang tidak empunya kelereng tadi, mahal banget. 

Tapi, karena sangat ingin bermain uang berapapun dibeli sama si pemilik kelereng itu. Kalau mau ke warung dulu keburu sore. Keburu teman-teman sudah dipanggil orang tuanya untuk pulang dan mandi. 

Akhirnya sipembeli dan sipenjual kecil ini bersepakat. Si pembeli membeli 5 kelereng dengan harga Rp 2.500,-. Sedangkan kelereng ini hanya Rp 200,-/butir di warung.

Pilih produkmu, (konsisten dengan produk Tersebut). Biasakan denggan produk dikenal dan mahir dalam hal kebaikan dan keburukannya. Karena, konsumen hanya ingin mengetahui kebaikan dan keburukan dari produk tersebut agar mereka mempunyai referensi mengambil keputusan untuk membeli atau tidak.

Carilah, belilah dan jualah. Selamat mencoba!!! jangan lupa sukses.

Tidak ada Ongkos, Dapatkan 200 juta dari Affiliate Marketing - #hadihartono klik LINK ini. Jangan lewatkan kesempatan membangun bisnis online. 

2 Comments

  1. Boleh dpraktekan thx infonya bermanfaat.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
Previous Post Next Post