Mengelola Cadangan Emas dan Devisa


Bagaimana Mengelola Cadangan Emas dan Devisa Suatu Negara

natinedJs ⓚ2017 Cadangan emas dan devisa merupakan salah satu sumber pembayaran lalu lintas pembayaran luar negeri yang sangat dibutuhkan dalam pembanguna perekonomian. Turun naiknya cadangan devisa suatu negara pada hakekatnya dapat dilihat dari perkembangan neraca pembayarannya. Neraca pembayaran itu sendiri apa sih?. Neraca pembayaran adalah suatu pencatatan secara sistematis mengenai transaksi-transaksi ekonomi antara penduduk suatu negara dengan negara lain selama jangka waktu tertentu.

Apa yang dimaksud dengan transaksi ekonomi dan penduduk itu sendiri. Transaksi ekonomi adalah penyerahan suatu nilai ekonomi dari suatu unit ekonomi ke unite konomi lainnya seperti jual beli barang dan jasa, barter, utang-piutang, hibah dll. Penduduk dalam hal ini berkaitan dengan perorangan atau lembaga yang berdomisili selama jangka waktu tertentu dan mempunyai kepentingan di negara itu.

Kesimpulannya adalah bahwa neraca pembayaran itu tidak lain adalah catatan arus keluar masuk devisa (cash flow) dari suatu negara walaupun memang agak janggal disebut sebagai neraca. Persamaannya terdapat pada proses pencatatan suatu neraca pembayaran dengan neraca perusahaan. Cara pembukuannya dengan menggunakan setiap transaksi akan dibubukan dua kali berpasangan yaitu satu pos untuk debit dan kredit. Dalam penyajian neraca pembayaran pos kredit diberi tanda (+) positif. dan debit dengan tanda (-) negatif.

Pengertian surplus atau defisit neraca pembayaran tidak dapat dihubungkan dengan perbandingan sis debet dan kredit, melainkan harus dihubungkan dengan pos-pos tertentu. Sebagai gambaran contoh berikut ini susunan suatu neraca pembayaran menurut standard International Monetery Funds (IMF).

NERACA PEMBAYARAN Balance Of Payment
A
Barang dan Jasa




Ekspor Barang
:
+
Rp                     24.000.000,00


Impor barang
:
-
Rp                     20.000.000,00


Neraca Barang (Trade Account)

 Rp        4.000.000,00

Ekspor Jasa
:
+
Rp                     30.000.000,00


Impor Jasa

-
Rp                     40.000.000,00


Neraca Jasa (Service Account)
-
 Rp   (10.000.000,00)

Neraca Transaksi Berjalan
:
-
 Rp     (6.000.000,00)

Current Account Balance
:


B
MODAL
:



Hutang Jangka Panjang

+
Rp                     30.000.000,00


Piutang Jangka Panjang

-
Rp                     10.000.000,00


Neraca Modal Jangka Panjang
+
 Rp           20.000.000

Balance on Long Term Capital



Basis Balance (A+B)

+
 Rp           14.000.000
C
Moneter




Hutang Jangka Pendek
:
+
Rp                       5.000.000,00


Piutang Jangka Pendek
:
-
Rp                       4.000.000,00


Selisih perhitungan (E&O)
:
-
Rp                       1.500.000,00




-
 Rp               (500.000)

Lalu Lintas Moneter
(Over All Balance)
:
-
 Rp         (13.500.000)


Data tabel DOWNLOAD DISINI



Dari contoh di atas, neraca barang surplus 40, neraca jasa defisit 100, neraca transaksi berjalan defisit 60 dan balance surplus 135. Berarti pada periode tersebut terjadi penambahan cadangan devisa sebesar 135.

Pos neraca pembayaran tersebut juga dapat di analisa bagaimana suatu negara menghimpun devisanya dan pos mana yang menjadi tulang punggung penunjang neraca pembayaran tersebut. Defisit suatu neraca pembayaran yang terjadi terus-menerus akan mengakibatkan tekanan pada nilai mata uangnya. Sehingga untuk membantu perbaikan neraca tersebut perlu diadakan tindakan depresiasi atau devaluasi dari mata uang yang dimaksud.

Baca juga : Pembiayaan Mikro untuk pengembangan UMKM.


Post a Comment

Previous Post Next Post